Hai-hai teman ? Apa kabar ? hope you’re very well , nah , agku mau cerita
tentang kotaku tercinta nih teman , Kota Kediri , yupz , nih dia ceritanya.
Kota Kediriku
tercinta yang berpenduduk 290.495 (2012) jiwa ini berjarak ±128 km dari Surabaya, ibu kota provinsi Jawa Timur. Kota Kediri terletak antara 07°45'-07°55'LS dan
111°05'-112°3' BT. Dari aspek topografi, Kota Kediri terletak pada ketinggian
rata-rata 67 m diatas permukaan laut, dengan tingkat kemiringan 0-40%.
Struktur
wilayah Kota Kediri terbelah menjadi 2 bagian oleh sungai
Brantas, yaitu sebelah timur dan barat sungai. Wilayah
dataran rendah terletak di bagian timur sungai, meliputi Kec. Kota dan Kec.
Pesantren, sedangkan dataran tinggi terletak pada bagian barat sungai yaitu
Kec. Mojoroto yang mana di bagian barat sungai ini merupakan lahan kurang subur
yang sebagian masuk kawasan lereng Gunung Klotok (472 m) dan Gunung
Maskumambang (300 m).
Kota ini
berkembang seiring meningkatnya kualitas dalam berbagai aspek.
Di bidang
pariwisata, kota ini mempunyai beragam tempat wisata seperti Kolam Renang
Pagora, Water Park Tirtayasa, Dermaga Jayabaya, Goa Selomangleng dan Taman
Sekartaji. Selain itu kota Kediri juga menawarkan hiburan jalanan seperti yang
bisa di jumpai di Jalan Dhoho ataupun di Taman Sekartaji. Seperti Kota
Yogyakarta yang memiliki Malioboro, Kota Kediri juga memiliki Jalan Dhoho
dimana di jalan ini bisa dikatakan sebagai salah satu pusat ekonomi di Kediri
dan merupakan surga belanja di Kediri.
Di bidang perbelanjaan,
kota ini mempunyai beragam tempat belanja seperti Jalan Dhoho yang merupakan
pusat kota dan pusat perbelanjaan pakaian yang sangat ramai di Kota Kediri.
Suasana Jalan Dhoho menyerupai Jalan Malioboro di Yogyakarta, dimana di Jalan
Dhoho ini terdapat banyak pedagang nasi tumpang dan pecel lesehan yang tiap
malam dipenuhi oleh masyarakat kediri dari kawula muda sampai tua yang mencari
hiburan di malam hari dengan nuansa kebersamaan. Selain Jalan Dhoho, Jalan
Panglima Sudirman yang hanya beberapa meter saja dari jalan Dhoho menawarkan
surga belanja yang hampir sama dengan jalan Dhoho. Jika di Jalan Dhoho
didominasi oleh toko-toko atau outlet-outlet ritel seperti butik, distro
toko-toko baju, dll maka di Jalan Panglima Sudirman ini lebih didominasi oleh
tempat wisata kuliner walaupun ada juga beberapa outlet ritel di sini seprti
Puri Batik dan Busana Muslim NORO, Spa dan butik khusus muslimah, dll.
Sedangkan Taman Sekartaji terletak di barat sungai dan merupakan tempat yang
nyaman untuk menikmati Kota Kediri di malam hari sembari menyantap berbagai
jajanan yang dijual di sekitar bunderan Sekartaji. Di sekitar bunderan dengan
air mancur di tengahnya ini terdapat banyak penjual jagung bakar yang ramai
dikunjungi pada malam hari.
Kota Kediri
menerima penghargaan sebagai kota yang paling kondusif untuk berinvestasi dari
sebuah ajang yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan kualitas otonomi.
Kediri menjadi rujukan para investor yang ingin menanamkan modalnya di kota
yang sedang berkembang. Pertumbuhan ekonomi di kota Kediri begitu pesat, hal
ini juga didorong oleh sifat konsumtif masyarakat Kediri. Banyaknya perguruan
tinggi swasta dan pondok pesantren menarik banyak pendatang yang secara tidak
langsung ikut menggairahkan perekonomian kota ini. Perekonomian di Kota ini
juga banyak dipengaruhi oleh aktivitas pondok pesantren besar di pusat kota
seperti Pondok Modern Darul Ma'rifat Gontor 3 Kediri, Pondok Pesantren Lirboyo
Kediri, Pondok Pesantren Walibarokah Kediri, Pondok Pesantren Wahidiyah, dsn,
di mana setiap awal bulan selalu mengadakan acara pengajian akbar yang
mengundang ribuan anggotanya, dll. Selain di bidang Agama Islam, Agama Katolik cukup pesat berkembang di kota ini, ditandai dengan
adanya Gua Maria Puh Sarang.
Sarana
transportasi di Kota Kediri cukup beragam. Selain tersedia angkutan kota
(angkot) berwarna kuning, tersedia juga taksi bernama Dhahapura Taxi yang dapat
dijadikan alternatif transportasi. Sering kali di berbagai sudut kota bisa
ditemui angkutan wisata bernama "Becak Gowes" atau "Mobil
Gowes" yang banyak disewakan di beberapa titik di Kota Kediri sebagai
sarana wisata sehat dan murah meriah bagi warga Kota Kediri maupun wisatawan
yang ingin berkeliling Kota Kediri dengan alternatif transportasi yang berbeda.
Selain itu ada beberapa stasiun TV lokal yang berdiri di Kediri, seperti Dhoho
TV, Kilisuci TV, Dhamma TV, BBS TV, Kaka TV.
Kota Kediri
merupakan ibukota dari Karesidenan Kediri yang terdiri dari beberapa kota dan
kabupaten yaitu Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek. Sebagai
ibukota dari Karesidenan Kediri dan dengan predikat Kota terbesar ketiga di
Jawa Timur serta adanya Perusahaan-perusahaan International dan Multinasional
di Kediri, serta semakin meningkatnya kunjungan wisata ke Kediri membuat
hotel-hotel yang ada di Kediri sering menolak pengunjung karena tidak
tersedianya kamar. Akibatnya banyak wisatawan ataupun pendatang yang ingin
menginap di Kediri harus berputar hingga ke kota-kota sekitar Kediri.
Pembangunan hotel-hotel baru dirasa sangat diperlukan di Kota Kediri yang
sedang berkembang pesat ini. Para Investor banyak membangun kawasan hunian baru
berupa perumahan dan villa di sudut-sudut Kota Kediri, walau demikian munculnya
hotel-hotel baru dirasa dibutuhkan untuk menjaga stabilitas perkembangan Kota
Kediri yang sedang berkembang sangat pesat. Hotel-hotel Berbintang di Kota
Kediri misalnya Grand Surya Hotel, Merdeka Hotel, Insumo Palace Hotel & Resort,
Bukit Daun Hotel & Resort, Lotus Garden Hotel dan lain-lain.
Di bidang
pendidikan, kota ini memiliki puluhan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas yang salah satunya sudah menyandang
Sekolah Berstandar Internasional (SBI), beberapa Perguruan
Tinggi lokal, Madrasah, hingga Pondok
Pesantren. Pada tahun 2013 mendatang, akan dibangun Kampus
IV Universitas Brawijaya di lahan seluas 23 ha di Mrican, Kota Kediri.
Pembangunan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain yang sedang berlangsung adalah
pembangunan Politeknik Negeri Kediri. Kehadiran Perguruan-Perguruan Tinggi
Negeri ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perekonomian
masyarakat Kota Kediri. Universitas Brawijaya Kampus Kediri telah membuka
pendaftaran mahasiswa baru sejak tahun 2011 dan sejak tahun itu pula
perkuliahan sudah dilaksanakan. Beberapa Perguruan Tinggi yang berada di Kota
Kediri antara lain Universitas Brawijaya(Kampus IV), Poltekkes Kemenkes Malang
(Prodi Kebidanan), Politeknik Negeri Kediri dan lain-lain.
Dibidang wisata
kuliner, Kota Kediri dikenal sebagai Kota Tahu. Makanan dan oleh-oleh khas Kota
Kediri yang utama terdiri dari Tahu Kuning ,Gethuk Pisang, Krupuk Pasir, Sate
Bekicot dan Nasi Tumpang. Oleh-oleh khas Kediri ini bisa didapatkan di Jalan
Pattimura Kota Kediri yang menjadi Sentra Oleh-Oleh khas Kediri. Untuk
menyantap Nasi Pecel Tumpang, bisa dinikmati pada pagi hari ataupun malam hari.
Pada malam hari, penjual Nasi Pecel Tumpang banyak ditemui di lesehan sepanjang
Jalan Dhoho Kota Kediri. Lesehan Nasi Pecel Tumpang ini biasanya buka hingga
pagi hari dan merupakan kawasan wisata kuliner yang sangat ramai. Harganya
sekitar Rp 3.000,- per porsi, bisa ditambah dengan tusukan telur puyuh, usus,
kulit, maupun lauk lainnya.
Nah, itu dia
kisah-kisah mengenai Kota Kediri. Semoga bermanfaat.
0 komentar:
Posting Komentar