Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 22 Februari 2013

Story About Kediri


Hai-hai teman ? Apa kabar ? hope you’re very well , nah , agku mau cerita tentang kotaku tercinta nih teman , Kota Kediri , yupz , nih dia ceritanya.
Kota Kediriku tercinta yang berpenduduk 290.495 (2012) jiwa ini berjarak ±128 km dari Surabaya, ibu kota provinsi Jawa Timur. Kota Kediri terletak antara 07°45'-07°55'LS dan 111°05'-112°3' BT. Dari aspek topografi, Kota Kediri terletak pada ketinggian rata-rata 67 m diatas permukaan laut, dengan tingkat kemiringan 0-40%.
Struktur wilayah Kota Kediri terbelah menjadi 2 bagian oleh sungai Brantas, yaitu sebelah timur dan barat sungai. Wilayah dataran rendah terletak di bagian timur sungai, meliputi Kec. Kota dan Kec. Pesantren, sedangkan dataran tinggi terletak pada bagian barat sungai yaitu Kec. Mojoroto yang mana di bagian barat sungai ini merupakan lahan kurang subur yang sebagian masuk kawasan lereng Gunung Klotok (472 m) dan Gunung Maskumambang (300 m).

Kota ini berkembang seiring meningkatnya kualitas dalam berbagai aspek.
Di bidang pariwisata, kota ini mempunyai beragam tempat wisata seperti Kolam Renang Pagora, Water Park Tirtayasa, Dermaga Jayabaya, Goa Selomangleng dan Taman Sekartaji. Selain itu kota Kediri juga menawarkan hiburan jalanan seperti yang bisa di jumpai di Jalan Dhoho ataupun di Taman Sekartaji. Seperti Kota Yogyakarta yang memiliki Malioboro, Kota Kediri juga memiliki Jalan Dhoho dimana di jalan ini bisa dikatakan sebagai salah satu pusat ekonomi di Kediri dan merupakan surga belanja di Kediri.
Di bidang perbelanjaan, kota ini mempunyai beragam tempat belanja seperti Jalan Dhoho yang merupakan pusat kota dan pusat perbelanjaan pakaian yang sangat ramai di Kota Kediri. Suasana Jalan Dhoho menyerupai Jalan Malioboro di Yogyakarta, dimana di Jalan Dhoho ini terdapat banyak pedagang nasi tumpang dan pecel lesehan yang tiap malam dipenuhi oleh masyarakat kediri dari kawula muda sampai tua yang mencari hiburan di malam hari dengan nuansa kebersamaan. Selain Jalan Dhoho, Jalan Panglima Sudirman yang hanya beberapa meter saja dari jalan Dhoho menawarkan surga belanja yang hampir sama dengan jalan Dhoho. Jika di Jalan Dhoho didominasi oleh toko-toko atau outlet-outlet ritel seperti butik, distro toko-toko baju, dll maka di Jalan Panglima Sudirman ini lebih didominasi oleh tempat wisata kuliner walaupun ada juga beberapa outlet ritel di sini seprti Puri Batik dan Busana Muslim NORO, Spa dan butik khusus muslimah, dll. Sedangkan Taman Sekartaji terletak di barat sungai dan merupakan tempat yang nyaman untuk menikmati Kota Kediri di malam hari sembari menyantap berbagai jajanan yang dijual di sekitar bunderan Sekartaji. Di sekitar bunderan dengan air mancur di tengahnya ini terdapat banyak penjual jagung bakar yang ramai dikunjungi pada malam hari.
Kota Kediri menerima penghargaan sebagai kota yang paling kondusif untuk berinvestasi dari sebuah ajang yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan kualitas otonomi. Kediri menjadi rujukan para investor yang ingin menanamkan modalnya di kota yang sedang berkembang. Pertumbuhan ekonomi di kota Kediri begitu pesat, hal ini juga didorong oleh sifat konsumtif masyarakat Kediri. Banyaknya perguruan tinggi swasta dan pondok pesantren menarik banyak pendatang yang secara tidak langsung ikut menggairahkan perekonomian kota ini. Perekonomian di Kota ini juga banyak dipengaruhi oleh aktivitas pondok pesantren besar di pusat kota seperti Pondok Modern Darul Ma'rifat Gontor 3 Kediri, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Walibarokah Kediri, Pondok Pesantren Wahidiyah, dsn, di mana setiap awal bulan selalu mengadakan acara pengajian akbar yang mengundang ribuan anggotanya, dll. Selain di bidang Agama Islam, Agama Katolik cukup pesat berkembang di kota ini, ditandai dengan adanya Gua Maria Puh Sarang.
Sarana transportasi di Kota Kediri cukup beragam. Selain tersedia angkutan kota (angkot) berwarna kuning, tersedia juga taksi bernama Dhahapura Taxi yang dapat dijadikan alternatif transportasi. Sering kali di berbagai sudut kota bisa ditemui angkutan wisata bernama "Becak Gowes" atau "Mobil Gowes" yang banyak disewakan di beberapa titik di Kota Kediri sebagai sarana wisata sehat dan murah meriah bagi warga Kota Kediri maupun wisatawan yang ingin berkeliling Kota Kediri dengan alternatif transportasi yang berbeda. Selain itu ada beberapa stasiun TV lokal yang berdiri di Kediri, seperti Dhoho TV, Kilisuci TV, Dhamma TV, BBS TV, Kaka TV.
Kota Kediri merupakan ibukota dari Karesidenan Kediri yang terdiri dari beberapa kota dan kabupaten yaitu Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek. Sebagai ibukota dari Karesidenan Kediri dan dengan predikat Kota terbesar ketiga di Jawa Timur serta adanya Perusahaan-perusahaan International dan Multinasional di Kediri, serta semakin meningkatnya kunjungan wisata ke Kediri membuat hotel-hotel yang ada di Kediri sering menolak pengunjung karena tidak tersedianya kamar. Akibatnya banyak wisatawan ataupun pendatang yang ingin menginap di Kediri harus berputar hingga ke kota-kota sekitar Kediri. Pembangunan hotel-hotel baru dirasa sangat diperlukan di Kota Kediri yang sedang berkembang pesat ini. Para Investor banyak membangun kawasan hunian baru berupa perumahan dan villa di sudut-sudut Kota Kediri, walau demikian munculnya hotel-hotel baru dirasa dibutuhkan untuk menjaga stabilitas perkembangan Kota Kediri yang sedang berkembang sangat pesat. Hotel-hotel Berbintang di Kota Kediri misalnya Grand Surya Hotel, Merdeka Hotel, Insumo Palace Hotel & Resort, Bukit Daun Hotel & Resort, Lotus Garden Hotel dan lain-lain.
Di bidang pendidikan, kota ini memiliki puluhan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas yang salah satunya sudah menyandang Sekolah Berstandar Internasional (SBI), beberapa Perguruan Tinggi lokal, Madrasah, hingga Pondok Pesantren. Pada tahun 2013 mendatang, akan dibangun Kampus IV Universitas Brawijaya di lahan seluas 23 ha di Mrican, Kota Kediri. Pembangunan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain yang sedang berlangsung adalah pembangunan Politeknik Negeri Kediri. Kehadiran Perguruan-Perguruan Tinggi Negeri ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat Kota Kediri. Universitas Brawijaya Kampus Kediri telah membuka pendaftaran mahasiswa baru sejak tahun 2011 dan sejak tahun itu pula perkuliahan sudah dilaksanakan. Beberapa Perguruan Tinggi yang berada di Kota Kediri antara lain Universitas Brawijaya(Kampus IV), Poltekkes Kemenkes Malang (Prodi Kebidanan), Politeknik Negeri Kediri dan lain-lain.
Dibidang wisata kuliner, Kota Kediri dikenal sebagai Kota Tahu. Makanan dan oleh-oleh khas Kota Kediri yang utama terdiri dari Tahu Kuning ,Gethuk Pisang, Krupuk Pasir, Sate Bekicot dan Nasi Tumpang. Oleh-oleh khas Kediri ini bisa didapatkan di Jalan Pattimura Kota Kediri yang menjadi Sentra Oleh-Oleh khas Kediri. Untuk menyantap Nasi Pecel Tumpang, bisa dinikmati pada pagi hari ataupun malam hari. Pada malam hari, penjual Nasi Pecel Tumpang banyak ditemui di lesehan sepanjang Jalan Dhoho Kota Kediri. Lesehan Nasi Pecel Tumpang ini biasanya buka hingga pagi hari dan merupakan kawasan wisata kuliner yang sangat ramai. Harganya sekitar Rp 3.000,- per porsi, bisa ditambah dengan tusukan telur puyuh, usus, kulit, maupun lauk lainnya.
Nah, itu dia kisah-kisah mengenai Kota Kediri. Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar