Pada saat menulis cerpen, kita harus cermat dalam pemilihan kata.
Hal ini karena terbatasnya durasi dan ruang lingkup cerita dalam sebuah cerpen.
Untuk itu , ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar cerpen yang kita buat
memiliki cerita yang jelas serta dipahami oleh pembaca. Berikut hal-hal yang
harus diperhatikan dalam penulisan cerpen :
1. Pemilihan Topik
atau Tema
Topik atau tema adalah ide
cerita dari sebuah tulisan yang biasanya mengandung pesan, nilai-nilai
atau tujuan yang akan disampaikan kepada pembaca. Tema ini juga menjadi benang
merah yang menghubungkan awal dan akhir sebuah cerita. Karena durasi cerpen
yang pendek, maka apapun yang kita tulis harus disesuaikan dengan tema agar
cerita tidak melantur kemana-mana.
2. Pengaturan Durasi (Tempo Waktu)
Cerpen yang efektif
berisi cerita dengan tempo waktu yang pendek. Biasanya cerita sebuah cerpen
hanya berkisar tentang satu kejadian yang dialami oleh si tokoh cerita. Bisa
jadi isi ceritanya hanya terjadi dalam satu hari atau beberapa jam saja, tidak
seperti menulis novel yang bisa menuliskan kehidupan tokoh cerita dari mulai
bayi hingga tua. Karena waktu yang singkat inilah, usahakan agar kejadian yang
kita ceritakan bisa sesuai dengan tema cerita.
3. Penentuan Setting
Karena ini adalah cerita
pendek, maka jumlah kata yang akan kita tulis juga terbatas. Untuk itu setting
atau lokasi kejadian yang kita tentukan harus tepat dan mendukung jalannya cerita.
Tidak perlu membuat settingyang banyak karena akan membuat jalan cerita
mengambang atau tidak jelas. Misalnya menulis cerita tentang kisah cinta
pertama, kita bisa mengambil lokasi di sekolah, kampus, tempat kerja dan rumah
si cewek. Jadi tidak perlu kita menceritakan kejadian saat ketemu di toko buku,
pasar, taman, mall, food court dan lainnya.
4. Pemilihan Tokoh
Sebuah cerpen maksimal
berisi 4 tokoh saja untuk menjaga efektivitas cerita. Terlalu banyak
tokoh akan membuat cerita menjadi kabur. Dari tokoh-tokoh tersebut, kita harus
memilih tokoh utama yang akan menjadi fokus cerita yang kita buat. Tidak perlu
terlalu panjang lebar dalam menjelaskan para tokoh, cukup singkat saja karena
ini hanyalah sebuah cerita dengan durasi yang pendek.
5. Penyisipan Dialog
Meskipun hanya
sebuah cerita pendek, namun cerita tersebut menjadi kurang bermakna
jika hanya berisi narasi tanpa dialog. Dialog adalah pendukung yang akan
menguatkan karakter tokoh dan mempertegas jalan cerita. Namun perlu
berhati-hati dalam menyisipkan dialog ini, jangan sampai terlalu panjang. Buat
saja dialog yang bisa sejalan dengan tema. Jika terlalu melebar, lebih baik
dialog yang tidak penting dihapus saja.
6. Pembuatan Alur
Cerita
Untuk membuat cerpen yang
bisa membuat pembaca akan mengikuti jalannya cerita sampai akhir, sebaiknya
kita membuka dengan sebuah paragraf yang menarik. Alur cerita selalu dimulai
dengan pembuka, kemudian inti atau isi cerita dan diakhiri dengan penutupan (ending).
Karena dibatasi dengan durasi yang pendek, maka sebisa mungkin kita membuat
alur cerita yang singkat dan jelas. Tidak perlu memutar-mutar cerita sehingga
terkesan bertele-tele, yang membuat ending cerita tidak bisa klimaks. Meskipun
kita membuat alur ceritanya singkat dan jelas, tapi tetap usahakan agar pembaca
tidak bisa menebak akhir cerita secara dini atau dalam istilah disebut twice
ending. Kita harus pandai membuat cerita yang membuat pembaca penasaran dan
selalu menebak-nebak hingga terus membaca hingga akhir cerita.
0 komentar:
Posting Komentar