Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 22 Februari 2013

Menulis Cerpen yang Baik


Pada saat menulis cerpen, kita harus cermat dalam pemilihan kata. Hal ini karena terbatasnya durasi dan ruang lingkup cerita dalam sebuah cerpen. Untuk itu , ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar cerpen yang kita buat memiliki cerita yang jelas serta dipahami oleh pembaca. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam penulisan cerpen :
               1. Pemilihan Topik atau Tema
  Topik atau tema adalah ide cerita dari sebuah tulisan yang biasanya  mengandung pesan, nilai-nilai atau tujuan yang akan disampaikan kepada pembaca. Tema ini juga menjadi benang merah yang menghubungkan awal dan akhir sebuah cerita. Karena durasi cerpen yang pendek, maka apapun yang kita tulis harus disesuaikan dengan tema agar cerita tidak melantur kemana-mana.
        2. Pengaturan Durasi (Tempo Waktu)
    Cerpen yang efektif berisi cerita dengan tempo waktu yang pendek. Biasanya cerita sebuah cerpen hanya berkisar tentang satu kejadian yang dialami oleh si tokoh cerita. Bisa jadi isi ceritanya hanya terjadi dalam satu hari atau beberapa jam saja, tidak seperti menulis novel yang bisa menuliskan kehidupan tokoh cerita dari mulai bayi hingga tua. Karena waktu yang singkat inilah, usahakan agar kejadian yang kita ceritakan bisa sesuai dengan tema cerita.
      3. Penentuan Setting
   Karena ini adalah cerita pendek, maka jumlah kata yang akan kita tulis juga terbatas. Untuk itu setting atau lokasi kejadian yang kita tentukan harus tepat dan mendukung jalannya cerita. Tidak perlu membuat settingyang banyak karena akan membuat jalan cerita mengambang atau tidak jelas. Misalnya menulis cerita tentang kisah cinta pertama, kita bisa mengambil lokasi di sekolah, kampus, tempat kerja dan rumah si cewek. Jadi tidak perlu kita menceritakan kejadian saat ketemu di toko buku, pasar, taman, mall, food court dan lainnya.

           4. Pemilihan Tokoh
   Sebuah cerpen maksimal  berisi 4 tokoh saja untuk menjaga efektivitas cerita. Terlalu banyak tokoh akan membuat cerita menjadi kabur. Dari tokoh-tokoh tersebut, kita harus memilih tokoh utama yang akan menjadi fokus cerita yang kita buat. Tidak perlu terlalu panjang lebar dalam menjelaskan para tokoh, cukup singkat saja karena ini hanyalah sebuah cerita dengan durasi yang pendek.

          5. Penyisipan Dialog
   Meskipun hanya  sebuah cerita pendek, namun cerita tersebut  menjadi kurang bermakna jika hanya berisi narasi tanpa dialog. Dialog adalah pendukung yang akan menguatkan karakter tokoh dan mempertegas jalan cerita. Namun perlu berhati-hati dalam menyisipkan dialog ini, jangan sampai terlalu panjang. Buat saja dialog yang bisa sejalan dengan tema. Jika terlalu melebar, lebih baik dialog yang tidak penting dihapus saja.

           6. Pembuatan Alur Cerita
   Untuk membuat cerpen yang bisa membuat pembaca akan mengikuti jalannya cerita sampai akhir, sebaiknya kita membuka dengan sebuah paragraf yang menarik. Alur cerita selalu dimulai dengan pembuka, kemudian inti atau isi cerita dan diakhiri dengan penutupan (ending). Karena dibatasi dengan durasi yang pendek, maka sebisa mungkin kita membuat alur cerita yang singkat dan jelas. Tidak perlu memutar-mutar cerita sehingga terkesan bertele-tele, yang membuat ending cerita tidak bisa klimaks. Meskipun kita membuat alur ceritanya singkat dan jelas, tapi tetap usahakan agar pembaca tidak bisa menebak akhir cerita secara dini atau dalam istilah disebut twice ending. Kita harus pandai membuat cerita yang membuat pembaca penasaran dan selalu menebak-nebak hingga terus membaca hingga akhir cerita.

0 komentar:

Posting Komentar